Bhagavan_Vishnu.jpg

Sri Vishnu

Nama-nama lain:

Narayana, Hari, Mukunda, Garbhodakashayi, Kshirodakashayi, Jagadishwar, Jagannatha, Padmanabha, Lakshmipati, Suresh, Ramapati

 

Penampilan:

  • Warna biru gelap hingga hitam

  • Anting-anting berbentuk hiu

  • Sebuah karangan bunga yang tergantung di lehernya (Vaijayanti);

  • lebah madu terbang di sekitarnya melambangkan ayat-ayat YajurVeda.

  • Tanda shrivatsa di dadanya (dalam bentuk ikal rambut)

  • Permata Kaustubha di dadanya

  • Doti sutra berwarna kuning 

Empat lengan:

  • Tangan kiri atas memegang shankha Panchajanya 

  • Tangan kiri bawah memegang bunga padma 

  • Tangan kanan atas memegang Chakra Sudarshana 

  • Tangan kanan bawah gada Kaumodaki  

https://en.wikipedia.org/wiki/Vishnu

Arca - arca Vaishnawa di Bali

Arca-arca Vishnu di Bali juga menunjukkan variasi ikonografi antara satu sama lain, baik itu dalam perhiasan, busana, laksana, wahana, dan sikap tubuh seperti sikap lengan dan tangan. Periodisasi arca-arca ini menunjukkan gaya seni yang berasal dari abad VII-XIV Masehi. Temuan arca Vishnu di Bali, pengarcaannya tidak didampingi oleh Brahma, Siwa, maupun dewa-dewa minor lainnya, sehingga dapat dijadikan indikator kedudukannya. Vishnu sebagai dewa tertinggi, di India diarcakan bersama Siwa, Brahma, maupun dewa-dewa minor lainnya dan berada di posisi sentral. Peranan dan Kedudukan Vishnu di Bali dari data prasasti menunjukkan adanya pemujaan terhadap Vishnu (kelompok Vaisnawa) berdasarkan prasasti Gobleg, Batur A pada masa pemerintahan raja Ugrasena. Peranan Vishnu sebagai pelindung dapat ditemukan dalam Prasasti Dawan, Prasasti Babahan, Prasasti Sading B yang di keluarkan oleh raja Anak Wungsu, raja Walaprabhu, dan raja Jayasakti.

Berdasarkan keterangan data tekstual terutama data prasasti terindikasi bahwa dahulu ada pemujaan terhadap atau berkembang sekte Vaisnawa di Bali. Indikasi keberadaan aliran atau sekte Vaisnawa, yakni pemuja Vishnu di Bali pada masa lampau saat pemerintahan Raja Ugrasena dapat ditemukan dalam prasasti Gobleg, Pura Batur A (tanpa angka tahun). Di dalam prasasti tersebut terdapat kalimat “...adapnah anak banua di tamblingan makahajumpung, jumpung waisnawa...” ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa, kemungkinan besar penduduk Desa Tamblingan saat itu ada yang penganut sebagai aliran Vaisnawa.

 

Sekte Vaisnawa umumnya menyembah Vishnu, Dewi Sri (sakti Vishnu), atau salah satu awataranya. Aliran ini lebih condong kepada bakti (penyerahan diri), bukan kepada jñana (pengetahuan) itulah yang menyebabkan penganut Vaisnawa menghargai hidup yang dianggap suci dan patut dinikmati (Wardi 1986, 132-133; Putra 2017, 74). Goris (1986) menyatakan bahwa bukti-bukti pernah adanya sekte Vaisnawa di Bali masih dapat disaksikan melalui pemujaan terhadap Dewi Sri (sakti Vishnu) sebagai Dewi padi atau dewi kesuburan bagi petani di Bali saat ini, demikian pula pemujaaan terhadap Vishnu sebagai dewa air.

 

Selain itu ciri-ciri tokoh keagamaan dari aliran Vaisnawa terlihat pada tokoh sengguhu yang merupakan golongan tersendiri, bukan dari golongan Brahmana, dan bukan juga pamangku di Pura. Sengguhu ini biasanya memegang peranan yang penting dalam upacara pergantian tahun Saka untuk mempersembahkan kurban suci untuk alam bawah. Sifat-sifat yang mencolok adalah memimpin upacara dengan menggunakan sangkha dan memakai kura-kura sebagai sarana upacaranya. Kura-kura juga merupakan manifestisasi Vishnu saat turun ke dunia sebagai awatara untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Selain itu penyebutan tentang Vishnu juga ditemukan dalam prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja Bali Kuno seperti Raja Anak Wungsu, Raja Sri Maharaja Sri Walaprabhu dan Paduka Sri Maharaja Sri Jayasakti.

Gambar-3-Arca-Wisnu-di-Pura-Gelang-Agung
arca di pura petapan.png
arca di pura samuan tiga.png
arca Narasimhadeva di Pura Bajra Narasin

Arca Lord Vishnu

di Pura Gelang Agung

Arca Lord Vishnu

di Pura Petapan

Arca Lord Vishnu

di Pura Samuan Tiga

Arca Lord Narasimhadeva

di Pura Narasingha Murti

Arca - arca Vaishnawa di Indonesia

506px-Vishnu_Cibuaya_Tarumanagara.jpg

Arca Lord Vishnu yang ditemukan di situs Cibuaya, Karawang, Jawa Barat. Diperkirakan berasal dari kerajaan tarumanagara, sekitar kurun abad ke-7 sampai ke-8 Masehi. Koleksi Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Vishnu_Cibuaya_Tarumanagara.JPG

304px-Harihara_Majapahit_1.jpg

Arca Harihara, setengah Lord Siwa dan setengah Lord Vishnu. Patung ini adalah penggambaran dewa jasad Raja Kertarajasa (Raden Wijaya), raja pertama Majapahit (berkuasa tahun 1293-1309). Arca diambil dari kuil Candi Simping, Sumberjati, Blitar, Jawa Timur, Sekarang bagian pameran koleksi Museum Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Raden Wijaya (Nararya Sanggramawijaya) atau dikenal dengan gelarnya "Kertarajasa Jayawardhana" adalah keturunan langsung dari Dinasti Rajasa.

https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Harihara_Majapahit_1.JPG

318px-Vishnu_Kediri.jpg

Arca Lord Vishnu, Kediri abad ke 12-13, Jawa Timur.

Koleksi Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Vishnu_Kediri.jpg

wisnu-naik-garuda.jpg

Arca Lord Vishnu duduk di atas burung Garuda menunjukkan peran Lord Vishnu sebagai pemelihara dunia dengan mengendalikan Wahananya (Garuda) untuk mengusir segala kejahatan yang mengganggu ketentraman dunia. Garuda melambangkan keberanian, pengusir kegelapan dan kejahatan. Batu Andesit. Sleman.

Abad: IX–X M.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/arca-dewa-wisnu-naik-burung-garuda/

Arca-Wisnu-Trivikrama.jpg
Arca Vishnu Trivikrama

Arca yang ditemukan di Situs Sumur Bandung, Dusun Groyokan, Sambirejo, Prambanan, juga merupakan arca langka. Arca berukuran tinggi 88 cm, lebar 92 cm, dan tebal 127 cm ini menggambarkan figur seorang laki-laki yang berdiri dengan mengangkat salah satu kaki. Di bawah kaki yang terangkat digambarkan seorang wanita duduk jongkok, dengan kedua tangan dalam posisi menyembah.

Adegan tersebut diidentifikasi sebagai bagian cerita Vamanaavatara, yaitu cerita tentang penjelmaan Lord Vishnu sebagai brahmana kerdil (Vamana) yang menyelamatkan dunia dari kekejaman raksasa yang bernama Bali. Ketika brahmana kerdil yang kedatangannya dimuliakan oleh Bali ini meminta tempat sebesar tiga langkah dari seluruh dunia yang dikuasai Bali, ia berubah bentuk sebagai Lord Vishnu. Dalam 3 langkah (Trivikrama), Lord Vishnu dapat menguasai dunia dan alam semesta.

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/arca-visnu-trivikrama/