Kisah Raja Sumit dan kelahirannya sebelumnya

Sri Narada berkata: "Oh Sanatkumara! Raja Sumit telah melakukan puasa penarikan bendera di temple lagi. Mohon kiranya menceritakan kepadaku kisah hidupnya."

Sanatkumar mengatakan:

Alkisah, pada jaman satya yuga, seorang raja yang bernama Sumit memerintah seluruh bumi. Dia sangat religius dan seorang penyembah Sri Vishnu yang agung. Dia melayani para penyembah lainnya dengan hormat dan dia adalah orang yang sangat rendah hati.

 

Ratu-nya bernama Ratu Satyamati juga seorang wanita yang suci. Keduanya adalah pemuja Shri Hari yang hebat. Raja dan ratu ini memiliki keistimewaan dimana mereka tahu segalanya tentang kelahiran mereka sebelumnya. Mereka secara teratur mempersembahkan sereal dan air ke archa Sri Vishnu. Satyamati sering menari di temple Sri Vishnu dengan penuh perasaan yang murni. Raja selalu memasang bendera besar dan indah di temple pada hari kedua belas setiap bulan. Reputasi mereka terkenal sampai ketiga dunia.

 

Suatu hari, seorang suci bernama Vibhaandaka datang untuk mengunjungi sang raja bersama dengan murid-muridnya. Raja dan ratu memperlakukan orang suci tersebut dengan hormat dan sang Raja sendiri duduk di kursi dibawah orang suci tersebut.

 

Raja berkata: "Aku senang sekali dengan kedatangan anda, oh orang suci! Sekarang katakanlah bagaimana aku bisa bisa melayanimu?"

 

Orang suci berkata: "Oh raja! Aku sangat senang dengan sambutan Anda. Aku ingin mengajukan pertanyaan. Anda secara teratur memasang bendera besar dan indah di temple Sri Vishnu. Anda juga banyak melakukan ritual untuk penghormatan kepada Sri Vishnu. Tolong ceritakan kenapa anda melakukan hal seperti itu "

 

Raja berkata: "Oh orang suci. Baiklah, aku akan memberi tahu alasanku.

 

Pada kelahiran sebelumnya, aku adalah seorang Sudra bernama Maalini dan selalu melakukan banyak kegiatan berdosa. Suatu hari, aku meninggalkan keluarga dan pergi ke hutan di mana aku disana hidup dengan memakan daging rusa. Kegiatanku merampok orang yang sedang lewat. Suatu hari, aku tidak punya apa-apa untuk dimakan atau aku tidak menemukan seorangpun yang lewat jalan itu. Aku bingung oleh kehausan, kelaparan dan panas yang menyengat, aku berkeliaran dalam hutan dan sampailah aku di sebuah temple Sri Vishnu. Temple itu telah lama ditinggalkan dan kondisinya sangat buruk. Di samping temple terdapat danau kecil dimana burung-burung cantik seperti angsa dan bebek senang bermain-main. Buah-buahan yang lezat dan bunga wangi juga tumbuh banyak disana. Karena aku merasa sangat lelah dan kelaparan, aku memakan buah-buahan yang telah jatuh ke tanah, lalu aku beristirahat di tepi danau itu.

 

Sejak saat itu, aku mulai tinggal di temple itu. Di sana aku memperbaiki dinding temple, membersihkan tempat itu dan mendirikan gubuk kecil untuk aku tinggal. Tapi tetap saja, aku terbiasa dengan kebiasaanku berburu binatang kecil untuk memuaskan rasa lapar aku.

 

Dua puluh tahun berlalu seperti itu. Suatu hari, seorang seorang Saadhvi (pertapa wanita) bernama Avakokila, yang berasal dari keluarga Nishaada di Vindhyaachala, datang ke sana. Keluarganya telah mengusir dia karena perbuatan yang tidak baik yang ia lakukan. Dia sangat kurus karena kelaparan. Merasa kasihan padanya, aku memberinya beberapa buah dan daging untuk dimakan. Ketika dia pulih, dia menceritakan kisahnya. "

 

Saadhvi mengatakan: "Aku lahir di keluarga nelayan. Kemudian aku menjadi perampok, mencuri dan lain lain. Karena itu keluargaku mengusir aku. Kemudian aku menikah akan tetapi kemudian suamiku meninggal. Sejak itu, aku telah kesana kemari tidak menentu dan akhirnya aku tiba disini. "

 

Raja berkata: "Mendengarkan kisahnya, aku menikahinya dan kami mulai tinggal di temple. Setiap hari kami biasa makan daging dan buah. Suatu hari, karena mabuk minum miuman keras, kami bahkan mulai menari-nari. Tiba-tiba, utusan Dewa Yama datang dan menjerat leher kami dengan talinya. Bersamaan dengan itu, Shri Hari juga mengirim utusanNya."

 

Utusan Sri Vishnu (Vishnuduta ) berkata: "Yamaduta! Lepaskan penyembah Sri Vishnu ini.” Yamaduta mengatakan: "Ini adalah orang berdosa yang hina. Kami akan membawa mereka."Kata-kata ini membuat para utasan Sri Vishnu marah. Vishnuduta mengatakan: "Mereka bukan orang berdosa. Mereka adalah penyembah agung dan pelayan Sri Vishnu. Wanita ini telah menari dan suaminya ini memasang bendera di temple ini. Dengan demikian, dosa-dosa mereka telah dihancurkan dan mereka sekarang memiliki hak untuk pergi ke tempat tinggal tertinggi. Mereka telah melayani temple ini selama tiga puluh dua tahun terakhir. "

 

Mengatakan ini, utusan-utusan Sri Vishnu memutuskan tali Yamaduta dan membawa suami istri itu ke tempat tinggal Sri Vishnu dengan pesawat mereka.

 

Mendengar kisah ini dari raja Sumit, orang suci Vibhaandaka dan murid-muridnya merasakan sukacita yang luar biasa dan akhir cerita mereka pamit dan melanjutkan perjalanan mereka.

Sri Nilacala Dhama

Jl. Kelinci Raya No. 2F, Jakarta Pusat

Jakarta - Indonesia

Find our location