Kisah Mahabharata

Tuhan Damodar dan Pembebasan Shishupala

Dalam Mahabharata, Kakek Bhishma menyebut Sri Krishna sebagai ‘Damodara sahah’ yang berarti Tuhan Damodara yang sangat tolerant.

Dalam Mahabharata, Tuhan dipanggil dengan banyak nama seperti Krishna dan Vasudeva dalam banyak sekali kesempatan, tetapi kata Damodara hanya digunakan dalam 2 atau 3 kesempatan. Salah satu contohnya adalah terkait dengan kelahiran Sishupala. Ketika Sishupala lahir, ia memiliki tiga mata dan 4 tangan. Orang tuanya menjadi sangat takut dan mereka ingin meninggalkannya. Namun pada waktu itu ada suara dari langit, “Jangan meninggalkan anak ini. Ia akan menjadi sangat hebat dalam kekuatan dan menjadi orang yang sangat beruntung. Orang biasa tidak bisa membunuhnya. Tapi hanya satu orang yang bisa membunuhnya". Kemudian ibunya bertanya,"Tolong katakan padaku siapa yang akan membunuh anakku". Suara itu menjawab, “Ketika putramu melihat orang itu, mata ketiga nya akan hilang dan ketika anak ini dipangku oleh orang itu, dua tangan yang lain itu akan hilang. Dialah yang akan menjadi pembunuh putramu".

Berita inipun menyebar dan sampai membuat heran raja-raja disekitar dan mereka datang untuk melihat anak itu. Ketika mereka datang, ibu Sishupala membuat para raja-raja itu memangkunya untuk melihat apakah tambahan mata dan tangannya itu menghilang. Setelah melakukan itu kepada semua raja-raja yang datang, tidak satupun membuat mata dan tangan tambahan itu menjadi hilang.

Suatu hari Sri Krishna dan Balarama mengunjungi istana Sishupala untuk melihat anak itu.

Sloka Mahabharata (2.40.16) berikut menyebut Tuhan sebagai Damodara sebagai berikut.

abhyarcitau tadaa veerau preetyaa caabhyadhikam tatah
putram daamodarotsange devi samnyadadhaat svayam

"Dan memberi hormat kepada semua orang sesuai dengan kedudukannya dan juga kepada raja dan ratu yang hadir disana. Setelah menanyakan khabar dan kesejahteraan setiap orang yang hadir disana, Rama (Balarama) dan Keshava tempat duduk ditempat duduk yang telah disediakan untuk Mereka. Setelah para pahlawan ini disembah, sang ratu dengan senang hati menempatkan anak itu di pangkuan Damodara. ”

Segera setelah anak itu ditempatkan di pangkuan Sri Krishna, mata dan dua lengan tambahannya menghilang. Kemudian ibu Sishupala menjadi cemas dan bertanya, "Tolong maafkan semua kesalahannya anakku Sishupala demi aku." Tuhan Krishna menjawab, “O bibi, Aku akan mengampuni semua kesalahannya. Bahkan ketika waktunya untuk membunuhnya pun datang, Aku akan memaafkannya hingga untuk 100 kali kesalahan yang dilakukannya dan hanya jika dia melampaui itu, baru Aku akan membunuhnya.

Sri Krishna dipanggil dengan nama ini karena Dia mentolerir semua pelanggaran Sishupala sampai waktu Sishupala datang dalam upacara Rajasuya yang dilakukan oleh Maharaj Yudhishtira. Di sana Sishupala dengan secara terbuka menghujat Tuhan di depan semua orang dan Dia tetap tidak terganggu olehnya dan membiarkannya.

Seorang kshatriya seharusnya tidak mentolerir penghinaan atau penghujatan, tetapi Tuhan dengan kemurahan hatiNya yang tak terbatas berjanji untuk mentolerir semua pelanggaran Sishupala itu dan untuk menepati janji kepada ibunya.

Dengan cara inilah, jika kita ingin belajar dari sastra Veda, dan dengan nama ini, Damodara memberikan kesempatan kepada kita untuk meminta maaf atas pelanggaran kita kepada Tuhan dan meminta karuniaNya untuk maju dalam bhakti.

Kita seyogyanya menghaturkan doa Damodarashtakam sebagai berikut:

namo deva damodarananta vishno
prasida prabho duhkha jalaabdhi-magnam
krpa-drshti-vrshyaati-dinam bataanu-
grhaanesha maam ajnam edhyakshi-drshyah

“Ya Tuhan Yang Maha Esa, aku mempersembahkan penghormatan kepadaMu. O Damodara! O Ananta! O Wisnu! Ya Tuhanku, mohon berkenanlah kepadaku. Dengan karunia tatapan belas kasihan-Mu kepadaku, bebaskanlah orang bodoh yang malang ini yang terbenam dalam samudera kesedihan duniawi, dan muncul terlihat oleh mataku. ”

Jagannatha Temple
Sri Nilacala Dhama

Jl. Kelinci Raya No. 2F, Jakarta Pusat

Jakarta - Indonesia

Find our location