MAHABHARATA - SABHA PARVA BAB 1

MAYA MEMBANGUN ISTANA YUDHISTHIRA

 

Krishna dan Arjuna meninggalkan batang pohon itu dan mereka menuju perkemahan. Tiba-tiba mereka mendengar suara Maya. la berlutut di kaki mereka. Ia berkata: "Aku telah engkau anugerahi kehidupan. Aku adalah Maya, arsitek para Asura. Aku ingin menunjukkan terimakasihku padamu. Aku ingin melakukan sesuatu untukmu sebagai balasan dari kehidupanku ini". Arjuna tersenyum padanya dan berkata: "Aku bahagia karena aku telah melakukan hal ini untukmu. Aku tidak ingin memperoleh keuntungan darimu. Sudah menjadi prinsipku bahwa aku tidak ingin mendapatkan balasan dari semua perbuatan baikku". la akan segera pergi. Lagi dia berkata: "Engkau tidak memiliki kewajiban apapun padaku. Kita sekarang adalah teman baik. Aku bahagia dengan itu". Arjuna tetap tidak mau menerima sesuatu darinya. Tetapi ia melihat Maya tulus. Arjuna berpikir sesaat dan berkata: "Aku akan menerima apapun. Tetapi pada saat yang bersamaan, aku ingin membuatmu bahagia". Maya melihat dengan hati senang pada Krishna dan menunggunya untuk berbicara.

Krishna, yang adalah Visnu, telah turun ke dunia demi tujuan untuk menegakkan Dharma. Krishna tahu bahwa waktunya telah tiba ketika dunia terguncang karena ketidakpuasannya. Ia adalah Narayana, dan Arjuna adalah Nara. Mereka telah terlahir ke dunia untuk sebuah tujuan. Ibu bumi telah mengeluh pada Visnu bahwa ia tidak bisa menahan beban dosa lebih lama lagi. Ia harus memastikan pada Visnu bahwa Ia akan datang untuk membantunya. Dalam benaknya Ia memikirkan masa depan dunia. Ia melihat Kuruksetra dipenuhi dengan gelimpangan mayat-mayat raja dari seluruh dunia. Ia ingat akan janjinya pada pelayan kesayangannya Jaya dan Vijaya. Mereka telah terlahir ke dunia sebagai Hiranyaksa dan Hiranyakasipu. Mereka telah ia bunuh. Mereka sekarang berada dalam tahap ketiga dan tahap terakhir dalam kehidupan di bumi sebagai Sisupala dan Dantavaktra. Ia harus memberikan mereka anugerah untuk terbebas dari ikatan kehidupan manusia. Krishna memikirkan semua ini dan memutuskan untuk memulai kehancuran.

Krishna berpikir sejenak. Ia berkata pada Maya: "Kau mengatakan bahwa dirimu adalah seorang arsitek yang hebat. Yudhisthira adalah kesayanganku. Aku akan sangat bahagia jika engkau membuatkan istana untuknya. Sabha ini haruslah unik. Kau boleh melakukan semua ini demi Yudhisthira. Ini akan membuat aku senang dan juga Arjuna". Maya sangat bahagia memikirkan bahwa ia bisa melakukan sesuatu untuknya. Ia merencanakan tentang Sabha yang harus dibangun untuk Yudhisthira.

Mereka sampai ke Indraprastha. Mereka menceritakan tentang kejadian yang menyenangkan pada hari itu kepada Yudhisthira. Mereka memperkenalkan Maya padanya dan memberitahunya tentang Sabha yang ingin ia bangun untuknya. Yudhisthira menyambutnya di kota itu dan menghormatinya. Maya sangat senang. la merencanakan Sabha itu dengan Pandava dan Krishna. Pada hari yang suci, Maya memulai pembangunan istana yang besar yang di dunia akhirat dikenal sebagai Mayasabha.

Krishna mendekati Yudhisthira dengan permintaan agar ia diijinkan untuk kembali ke Dvaraka. Hari-hari telah berlalu semenjak mereka datang kembali ke Indraprastha. Mereka semua tidak ingin membiarkan dirinya pergi. Yudhisthira berkata: "Tuanku, engkau adalah bintang yang membimbing perahu kehidupan kami agar tetap aman. Engkau telah memberikan kami segalanya. Bagaimana kami setuju jika engkau pergi dari kami? Engkau sangat berarti bagi kami. Engkau adalah segalanya. Engkau telah mengarahkan pikiran dan perbuatan kami. Engkau harus selalu bersama kami untuk membimbing kami ke jalan yang benar. Kami akan tersesat tanpamu". Krishna meyakinkan Yudhisthira bahwa Ia akan selalu ada disana bersamanya. Ia akan datang ketika ia memanggilnya. Ia mengucapkan selamat tinggal pada mereka satu persatu, kepada bibinya Kunti, para Pandava, Draupadi dan Subhadra. Kereta yang diberikan oleh Daruka ada di gerbang istana. Krishna melihat Subhadra dengan senyuman yang menggoda dan berkata: "Aku berharap Aku bisa mengambil keretaku sekarang! Keretaku ini telah menjalankan tugasnya dan engkau tidak membutuhkannya lagi!" dengan kata-kata perpisahan ini, Krishna menaiki kereta. Wajah Subhadra masih merona. Yudhisthira meminta Daruka untuk turun dari kereta. Ia duduk di tempat kusir. Yudhisthira menarik tali kekang di tangannya, seperti kebiasaannya, mengendarai kereta itu sesaat. Ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baginya ketika Krishna pergi. Arjuna dan Bhima berada di samping Krishna dengan chamara di tangan mereka. Nakula dan Sahadeva memegang payung diatas kepala mereka. Inilah yang dilakukan oleh Pandava untuk menghormati Krishna yang sangat mereka sayangi dan bagaikan kehidupan bagi mereka. Krishna menerima pelayanan ini dengan senang hati. Kereta ini sudah berjalan beberapa jauh. Ketika sudah keluar dari batas kota, Pandava turun dari kereta. Krishna mengucapkan selamat berpisah dengan Pandava dan berbalik arah menuju Dvaraka. Pandava berdiri dengan mata mengikuti kereta sampai mereka tidak dapat melihat kereta itu lagi. Pikiran mereka, bagaimanapun juga, mengikutinya ke kotanya. Mereka kembali ke Indraprastha dengan pikiran yang penuh dengan Krishna. 

Maya sibuk dengan persiapan pembangunan Sabha. Ia mendekati Arjuna dan berkata: "Di dekat gunung yang agung Kailasa dan Mainaka ada sebuah danau yang bernama Bindusara. Di tempat itu aku telah mengubur guci yang berisi permata yang berharga. Aku ingin menggunakannya untuk membuat sabha yang aku bangun sekarang. Aku akan datang kesana dan mengambilnya. Aku memiliki gada yang pasti akan disukai oleh Bhima. Ada sebuah terompet kerang bernama Devadatta yang akan engkau sukai". Maya meminta ijin pada Arjuna dan pergi ke gunung Kailasa. Bindusara adalah tempat suci dimana sungai Ganga dibebaskan dari gelungan rambut Dewa Sankara. Sungai ini mengalir setetes demi setetes hingga membentuk danau. Dari gua ini sungai itu memiliki tujuh aliran: tiga menuju arah Timur, tiga menuju arah Barat dan yang aliran yang ketujuh diikuti oleh Bhagiratha. Tempat ini suci karena di daerah sekitar danau ini rsi Nara dan Narayana melakukan tapa. Maya sampai ke tempat ini. la mengambil batu permata yang telah disimpannya di tempat itu. Ia mengambil terompet kerang dan gada itu. Ia memiliki beberapa ratus pelayan yang akan membantunya untuk membawa batu permata ke kota Indraprastha. Ia kembali ke kota dan memberikan gada itu pada Bhima. Devadatta, terompet kerang itu diberikan pada Arjuna.

Maya mulai pembangunan sabha itu. Ia ingin membuat sabha yang paling indah yang ada di dunia. Mengambil waktu kira-kira empat belas bulan untuk membangun istana itu. Benar-benar merupakan ciptaan yang mengagumkan.
Istana ini bahkan melebihi Sudharma, Sabha Indra, dalam kemewahannya. Di taman, bunga-bunga bermekaran pada musim semi dan bahkan tidak pada musimnya. Ada bunga Teratai, Melati, Kuravaka, Sirisa, Tilaka dan Kadamba. Bunga-bunga ini adalah jenis bunga yang hanya ada pada musim tertentu. Tetapi di Mayasabha bunga-bunga ini bermekaran bersamaan. Tembok-tembok berkilauan dan mengkilap yang dipenuhi dengan batu permata yang menghiasai
tembok itu. Istana ini dibangun dengan amat cermat sehingga seseorang itu hanya dapat melihat kilauan batu permata dan tidak dapat melihat permatanya secara langsung terkecuali orang tersebut mencari permata itu. Maya menghadap Pandava dan memberitahu mereka bahwa sabha ini sudah selesai. Ia membawa mereka berkeliling. Ia menunjukkan kepada mereka keindahan istana ini. Mereka tidak berkata apa-apa karena kekagumannya. Maya bersiap-siap untuk pergi. la berkata pada Arjuna: "Keretamu ini adalah kereta yang sangat kuat seperti dewa Matahari dan Agni. Kuda-kuda yang gagah ini tidak dapat disamai di seluruh dunia. Keretamu bergambarkan kera pada panjinya. Engkau akan termasyur seperti Kapidhvaja. Karena kudamu yang berwarna putih, maka engkau akan termasyur dengan nama Svetavahana. Semoga engkau jaya dan bahagia". Maya dan Arjuna saling berpelukan. Yudhisthira memberi salam hormat pada Maya dan memberinya banyak hadiah serta mengucapkan selamat tinggal padanya pada hari yang suci. Pandava memasuki sabha. Hadiah-hadiah diberikan dengan cuma-cuma pada orang yang miskin dan juga kepada brahmana. Ada sebuah pesta yang besar dan kota ini seperti kota Indra. Kemasyuran sabha ini sudah menyebar sampai ke pelosok-pelosok. Orang-orang dari seluruh dunia datang untuk melihat sabha ini. Para rsi datang dari bukit-bukit untuk melihat sabha ini. Semua raja datang, semua raja kecuali putra-putra Dhrtarastra. 
Beberapa pangeran muda datang untuk belajar perpanahan dari Arjuna. Pemimpin dari para murid ini adalah Satyaki. Namanya yang lain adalah Yuyudhana. Ia adalah sepupu Krishna. Teman lama Arjuna, Citrasena menghabiskan waktunya bersama dengan Pandava. Pandava sangat bahagia.

Subhadra sekarang adalah ibu dari seorang putra. Namanya adalah Abhimanyu. Draupadi adalah ibu dari lima putra, satu putra dari masing-masing Pandava. Putra Yudhisthira adalah Prativindhya Putra dari Bhima adalah Sutasoma. Putra Arjuna adalah Srutakarman. Putra Nakula adalah Satanika. Putra Sahadeva bernama Srutasena. Kunti sekarang yakin bahwa putra-putranya telah aman dan berjaya. Mereka cukup kuat. Tidak mungkin bagi seseorang untuk melukai putra-putra Kunti. Ia memikirkan hari-hari pembakaran istana kardus, pada saat berbulan-bulan mereka ada di Ekacakra dimana mereka meminta-minta makanan. Semua hari-hari yang kelabu telah berakhir. Matahari mereka sudah bersinar. Mereka sekarang aman terbebas dari pikiran jahat Duryodhana dan Sakuni.

Kedamaian ini adalah penenang sebelum badai terjadi. Tidak seorangpun yang tahu akan hal ini. Kira-kira beberapa bulan lagi Pandava akan berkeliling keseluruh bumi. Adegan ketiga dari tragedi ini akan segera dimulai. Dalam perjalanan hidup, beberapa kejadian, kecelakaan seperti sebuah pertanda jalan. Itu semua adalah tanda. Kita tidak dapat mengenalinya kecuali jika kita melewatinya dan melihat lagi ke belakang. Begitulah masuknya Draupadi dalam kehidupan Pandava. Begitulah masuknya Krishna dalam kehidupan mereka Begitupulalah masuknya Narada.

"Ditulis Ulang Oleh: Kamala Subramaniam"

Sri Nilacala Dhama

Jl. Kelinci Raya No. 2F, Jakarta Pusat

Jakarta - Indonesia

Find our location